China Perketat Aturan Keselamatan Mobil Otonom Mulai 2027
Pemerintah China meningkatkan standar keselamatan untuk kendaraan otonom. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) telah menyelesaikan draf standar keselamatan wajib pertama untuk sistem pengemudian otonom tingkat tinggi. Aturan ini rencananya akan berlaku mulai 1 Juli 2027.
Draf aturan tersebut tertuang dalam dokumen berjudul “Kendaraan Terhubung Cerdas – Persyaratan Keselamatan untuk Sistem Pengemudian Otonom”. MIIT telah membuka kesempatan bagi publik untuk memberikan masukan sejak 12 Februari 2026.
Ambang keselamatan untuk sistem otonom Level 3 (L3) mengalami peningkatan signifikan dalam draf tersebut. Sistem L3, menurut klasifikasi Society of Automotive Engineers (SAE), memiliki kemampuan untuk menjalankan seluruh tugas mengemudi dalam kondisi tertentu. Meski demikian, pengemudi tetap harus siap mengambil alih kendali saat diperlukan.
Salah satu poin utama dalam aturan ini adalah kewajiban bagi sistem L3 untuk melakukan manuver dengan risiko minimal secara mandiri apabila pengemudi tidak merespons permintaan pengambilalihan. Dilansir dari Carnewschina, Kamis, 26 Februari, kemampuan ini mencakup memindahkan jalur dan memarkir kendaraan dengan aman di lokasi yang tidak menghambat lalu lintas, sambil mengurangi risiko bagi penumpang maupun pengguna jalan lain.
Seorang pakar keselamatan kendaraan yang dikutip Caixin menilai bahwa ketentuan baru ini secara efektif mendorong kemampuan L3 mendekati Level 4.
Aturan ini menjawab persoalan penting dalam industri terkait skenario ketika pengemudi tidak mampu mengambil alih kendali. Draf standar juga mewajibkan pemasangan Sistem Perekaman Data Pengemudian Otonom (DSSAD), yang memiliki fungsi serupa dengan "kotak hitam" pada pesawat.
Perangkat DSSAD harus mengikuti standar nasional wajib China mengenai perekaman data kendaraan cerdas terhubung yang mulai berlaku pada Januari 2026. Alat ini dirancang untuk merekam data operasional penting untuk membantu rekonstruksi kejadian pascakecelakaan.
Regulasi baru ini, jika telah difinalisasi, akan menggantikan standar nasional rekomendatif, yaitu “Persyaratan Teknis Umum untuk Sistem Pengemudian Otonom Kendaraan Cerdas Terhubung” yang diterapkan sejak September 2024.
Perbedaan utama adalah aturan wajib ini harus dipatuhi, sementara standar sebelumnya bersifat sukarela. Produk yang tidak memenuhi ketentuan akan dilarang untuk diproduksi, dijual, atau diimpor ke China. Pemerintah juga menyiapkan masa transisi selama 13 bulan bagi model kendaraan yang telah memperoleh persetujuan sebelum tanggal implementasi.
Pengetatan regulasi ini didasari oleh sejumlah kecelakaan kendaraan otonom di berbagai negara, yang disinggung dalam dokumen penjelasan rancangan aturan. Insiden yang disorot termasuk kasus yang melibatkan Waymo, Uber, Cruise, dan Toyota.
Di China sendiri, tercatat insiden pada Desember 2025 ketika sebuah Hello Robotaxi menabrak pejalan kaki di Zhuzhou, Provinsi Hunan. Robotaxi tersebut dilaporkan gagal mengenali seseorang yang terjatuh di jalan yang licin.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow