Changan Akan Pasang Baterai Solid-State di Kendaraan Listrik
Teknologi baterai solid-state sering disebut-sebut sebagai solusi masa depan untuk kendaraan listrik, namun realisasinya masih dinantikan. Kabar baik datang dari Changan Automobile yang berencana memasang paket baterai solid-state terbarunya.
Pabrikan otomotif asal China ini akan mengaplikasikan baterai tersebut pada robot dan kendaraan listrik mulai kuartal ketiga tahun 2024. Target produksi massal penuh ditetapkan pada 2027.
Changan mengklaim bahwa baterai generasi terbarunya memiliki kepadatan energi mencapai 400 Wh/kg. Dengan spesifikasi ini, kendaraan listrik yang menggunakan baterai tersebut dapat menempuh jarak lebih dari 1.500 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Jarak tempuh yang ambisius ini berpotensi menjadikan model Changan lebih cocok untuk perjalanan jarak jauh, terutama di daerah terpencil dengan infrastruktur pengisian daya yang terbatas.
Paket baterai ini dinamakan Golden Bell. Selain kepadatan energi yang tinggi, teknologi ini diklaim 70 persen lebih aman dibandingkan baterai kendaraan listrik konvensional. Baterai ini juga dilengkapi sistem diagnostik jarak jauh berbasis kecerdasan buatan (AI), yang memungkinkan pemantauan kondisi secara real time.
Produksi baterai ini akan dilakukan di bawah merek baterai solid-state baru milik Changan bernama Jingzhongzhao.
Persaingan di Industri Baterai Solid-State
Perusahaan juga berencana memproduksi baterai solid-state sepenuhnya, sambil tetap mengembangkan baterai cair dan semi-solid-state yang masih menggunakan elektrolit cair. Langkah Changan ini bukan satu-satunya di industri otomotif China.
Sejumlah pabrikan lain juga bergerak ke arah serupa. Dongfeng Motor Corporation, contohnya, telah menguji baterai solid-state buatannya dalam kondisi cuaca dingin ekstrem.
Baterai Dongfeng memiliki kepadatan energi 350 Wh/kg dan diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer. Dongfeng menargetkan peluncuran pada mobil produksi tahun ini, sekitar bulan September.
Nama-nama besar lain seperti BYD Company, Chery Automobile, SAIC Motor, GAC Group, dan CATL juga terus berupaya mencapai terobosan serupa. Persaingan ini melibatkan pula raksasa global seperti Mercedes-Benz, Volkswagen, BMW, Toyota, Nissan, Hyundai, hingga Honda.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow