Mengapa Sultan Baabullah Berani Lawan Portugis? Ini 2 Alasannya!

Smallest Font
Largest Font

Sultan Baabullah, nama yang harum dalam sejarah Indonesia, dikenal sebagai sosok yang gagah berani mengusir Portugis dari bumi Ternate. Tapi, mengapa Sultan Baabullah sampai mengangkat senjata? Ada dua alasan kuat yang mendasari keputusannya tersebut, dan keduanya berkaitan erat dengan harga diri dan kedaulatan bangsa.

Ilustrasi pertempuran antara pasukan Sultan Baabullah dan Portugis
Gambaran pertempuran antara pasukan Sultan Baabullah melawan kekuatan kolonial Portugis di Ternate.

Alasan Utama Sultan Baabullah Melawan Portugis

Berikut adalah dua alasan utama yang menyebabkan Sultan Baabullah memimpin perlawanan terhadap Portugis:

1. Pembunuhan Sultan Khairun

Ini adalah bara api yang menyulut kemarahan rakyat Ternate. Sultan Khairun, ayahanda Sultan Baabullah, dibunuh secara licik oleh Portugis pada tahun 1570. Sultan Khairun diundang untuk berunding, namun kemudian dibunuh saat pertemuan tersebut. Pengkhianatan ini jelas melanggar semua norma kesopanan dan membuat Sultan Baabullah bersumpah untuk membalas dendam.

Pembunuhan Sultan Khairun bukan hanya kehilangan seorang pemimpin yang dicintai, tetapi juga penghinaan terhadap seluruh rakyat Ternate. Sultan Baabullah melihat ini sebagai tantangan langsung terhadap otoritas dan kedaulatan kesultanan.

2. Perebutan Kekuasaan dan Sumber Daya

Portugis tidak hanya ingin berdagang rempah-rempah, mereka juga ingin menguasai Ternate dan sumber daya alamnya. Mereka ikut campur dalam urusan internal kesultanan, mencoba untuk mendikte kebijakan dan menempatkan orang-orang mereka di posisi penting. Hal ini tentu saja tidak bisa diterima oleh Sultan Baabullah.

Portugis memonopoli perdagangan rempah-rempah, yang merupakan sumber utama pendapatan Ternate. Mereka juga membangun benteng-benteng di Ternate untuk memperkuat posisi mereka dan menekan rakyat. Tindakan-tindakan ini semakin memperburuk hubungan antara Ternate dan Portugis, dan mendorong Sultan Baabullah untuk bertindak.

Benteng Portugis di Ternate
Sisa-sisa benteng Portugis di Ternate, simbol kekuasaan kolonial pada masa itu.

Sultan Baabullah berhasil menggalang kekuatan dari berbagai wilayah di Maluku dan sekitarnya untuk melawan Portugis. Dengan strategi yang cerdik dan semangat juang yang tinggi, ia berhasil mengepung benteng Portugis di Ternate selama bertahun-tahun. Akhirnya, pada tahun 1575, Portugis menyerah dan meninggalkan Ternate.

Ilustrasi perdagangan rempah-rempah di Ternate
Ilustrasi perdagangan rempah-rempah yang menjadi daya tarik utama bangsa Eropa ke Ternate.

Jadi, Apakah Semangat Sultan Baabullah Masih Relevan?

Tentu saja! Semangat Sultan Baabullah untuk membela tanah air dan melawan penjajahan harus terus menginspirasi kita semua. Jangan biarkan kepentingan asing menguasai negara kita. Mari kita jaga kedaulatan dan kekayaan alam Indonesia untuk kemakmuran generasi mendatang. Jika kita tidak berani bertindak, siapa lagi?

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow