Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava Pijar Terpantau

Smallest Font
Largest Font

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat pada Selasa, 24 Februari dini hari. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat adanya awan panas guguran serta puluhan guguran lava pijar yang mengarah ke sektor barat daya.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso melaporkan, awan panas guguran terekam dengan amplitudo 17,76 mm dan berlangsung selama 151,87 detik, berdasarkan periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB.

Agus Budi Santoso menjelaskan dalam keterangan resminya, "Awan panas tersebut meluncur ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter."

Selain awan panas, kegempaan juga terpantau cukup intens. Tercatat 47 kali gempa guguran dengan amplitudo berkisar 3–14 mm dan durasi 55,96–192,37 detik.

BPPTKG secara visual mengamati 19 kali guguran lava ke arah Kali Krasak sejauh maksimal 1.600 meter. Sembilan kali guguran mengarah ke Kali Sat/Putih dengan jarak luncur hingga 2.000 meter, serta dua kali ke arah Kali Bebeng sejauh 1.200 meter.

Data kegempaan merekam 17 gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 3–36 mm. Agus menjelaskan, "Ini menandakan suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran di dalam wilayah potensi bahaya."

Hingga kini, status Gunung Merapi tetap berada pada Level III atau Siaga. BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di zona rawan, terutama di sektor selatan–barat daya yang meliputi Sungai Boyong dengan radius maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga radius 7 kilometer.

Masyarakat juga diminta menghindari area Sungai Woro dalam radius 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer dari puncak di sektor tenggara.

BPPTKG mengingatkan warga agar mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran saat terjadi hujan di sekitar puncak, termasuk kemungkinan gangguan abu vulkanik. Evaluasi terhadap status Merapi akan segera dilakukan apabila terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow