Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava 2 Kilometer, Status Siaga Level III Bertahan

Smallest Font
Largest Font

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah terpantau masih sangat tinggi pada Senin 23 Februari pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat adanya rentetan guguran lava dengan jarak luncur mencapai 2 kilometer ke arah Kali Krasak dalam kurun waktu enam jam pengamatan.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, mengungkapkan bahwa pada periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, gunung api aktif ini telah mengalami lima kali guguran lava. Meskipun intensitas guguran cukup sering, status aktivitas Gunung Merapi saat ini masih ditetapkan pada Level III atau Siaga.

Berdasarkan data teknis, dinamika internal gunung menunjukkan suplai magma yang masih aktif. Hal ini dibuktikan dengan tingginya jumlah kegempaan yang tercatat oleh instrumen pemantau. Selama periode tersebut, terjadi 33 kali gempa guguran dengan durasi hingga 170 detik, serta 31 kali gempa hybrid yang mengindikasikan adanya pergerakan fluida dari dalam gunung.

Selain aktivitas kegempaan internal, BPPTKG juga melaporkan adanya tiga kali gempa tektonik jauh. Kondisi meteorologi di puncak Merapi sendiri didominasi cuaca mendung dengan kabut tebal, sehingga asap kawah tidak teramati secara visual. Suhu udara di sekitar lereng berkisar antara 18,3 hingga 20 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban yang cukup tinggi.

BPPTKG memetakan radius bahaya yang mencakup beberapa sektor sungai di kaki gunung. Pada sektor selatan-barat daya, ancaman guguran lava dan awan panas meliputi Sungai Boyong sejauh 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh 7 kilometer. Sementara di sisi tenggara, potensi bahaya mengarah ke Sungai Woro dan Sungai Gendol dengan jarak antara 3 hingga 5 kilometer.

Detail Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Periode Pengamatan 00.00-06.00 WIB
Jenis KegempaanJumlah KejadianAmplitudo (mm)Durasi (detik)
Gempa Guguran33 kali1-3965,79-170,69
Gempa Hybrid (Fase Banyak)31 kali1-2612,72-40,45
Gempa Tektonik Jauh3 kali--

Masyarakat diminta untuk mematuhi rekomendasi BPPTKG dengan tidak melakukan aktivitas apapun di zona bahaya yang telah ditentukan. Ancaman sekunder berupa banjir lahar dingin juga patut diwaspadai, terutama saat hujan turun di hulu sungai yang berhulu di Merapi. Status Siaga ini menegaskan bahwa erupsi bisa terjadi sewaktu-waktu akibat peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed